Tampilkan postingan dengan label kegiatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label kegiatan. Tampilkan semua postingan

Jumat, 16 Oktober 2015

TAN MALAKA LKHS

TAN MALAKA adalah salah satu proker divisi pengkaderan terkait Training Anggota dan Malam Keakraban LKHS yang telah terlaksana tanggal 19 sampai 20 September 2015 di salah satu villa di daerah Baturaden.

Pada awal acara kami melakukan pembukaan dengan beberapa materi dan mengaplikasikannya melalui games-games yang berkaitan dengan materi tersebut. Materi-materi yang diberikan antara lain;
1. Keorganisasian
2. Ke-LKHS-an
3. Keilmiahan




Pada malam hari, kami menyentuh malam puncak acara pada tanggal 19 September 2015, yakni malam inagurasi. Dimana setiap kelompok menampilkan suatu pertunjukan kreasi masing-masing dari kelompok itu sambil menikmati dinginnya hawa di Baturaden, hangatnya api unggun dan sambil menyantap jagung bakar.





Esok paginya kami menyelenggarakan acara pos to pos dari setiap divisi ke divisi lainnya hingga ke DPL (Dewan Pertimbangan Lembaga). Dalam kegiatan pos to pos, setiap divisi melakukan kegiatan sharing-sharing atau materi ringan terkait LKHS. Seperti yang dilakukan oleh divisi Pengkaderan disamping, divisi pengkaderan ingin menumbuhkan kekompakan, keserasian, baiknya koordinasi dan kerjasama yang baik melalui games seperti yang terlihat pada gambar.



Begitu juga seperti yang terlihat pada gambar disamping, divisi diskusi ingin setiap kelompok bekerja sama dengan baik agar melewati rintangan yang telah di buat dalam games divisi diskusi.





Divisi Penelitian memberikan games terkait menganalisis kasus pembunuhan, dimana para peserta harus menemukan siapa pembunuh dalam kasus pembunuhan tersebut.








Pada puncak acara, ada pemberian penghargaan kepada para peserta yang paling aktif dalam acara tersebut, yakni Yuniar dan Siwi.

Dan juga pemberian penghargaan kepada kelompok terbaik dalam acara TAN MALAKA 2015 yang kemarin telah terlaksana.
Setelah pemberian penghargaan kepada peserta terbaik, kelompok terbaik, dan panitia terbaik, dilaksanakan pelantikan anggota LKHS 2015.





 
 TAN MALAKA LKHS 2015

Sabtu, 12 September 2015

DIOBRAS I

Hallo Blogger Indonesia, khususnya Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Jendral Soedirman!
Tepat satu minggu yang lalu LKHS telah mengadakan DIOBRAS (Diskusi dan Obrolan Santai) LKHS yang pertama, dengan tema Bedah Film "The Law Abiding Citizen" yang diselenggarakan oleh Divisi Diskusi dan Pembicaranya adalah Rifqi Prasetyo. Untuk mengetahui review film The Law Abiding Citizen, kawan-kawan semua bisa lihat disini. :)

-->

DIOBRAS I
BEDAH FILM “LAW ABIDING CITIZEN”
Divisi Diskusi

Salam ilmiah! Film yang berlatar belakang di negara Amerika Serikat ini merupakan sebuah kritik terhadap sistem hukum negara super power itu dengan mengangkat “bargaining system” dan “justice collabolator”. Rifqi sebagai pembicara dalam bedah film “Law Abiding Citizen” ini menanyakan, “bagaimana jadinya ketika dua sistem itu dilakukan di Indonesia?”. Hal itu mendapat banyak sekali sambutan, dan salah seorang peserta diskusi yaitu Bangkit yang notabene adalah DPL LKHS bahwa hal tentang justice collabolator menjadi ramai diperbincangkan setelah setahun keluarnya undang-undang perlindungan saksi dan korban. Hal itu belum banyak diterapkan di Indonesia karena perlindungan terhadap saksi itu masih cenderung lemah, begitu pula mengenai kontra prestasi yang diberikan
            Adapula salah satu peserta diskusi mengamati dari segi film, ada sebuah kejanggalan menurutnya, “di penjara terutama ruang isolasi seharusnya ada CCTV atau kamera untuk mengawasi kegiatan apa saja yang dilakukan oleh nara pidana, kenapa itu tidak?” tanya Titah yang merupakan mahasiswa baru 2015. Jawaban dari hal itu langsung diberikan oleh Rifqi bahwasannya CCTV itu hanya ada di lorong penjara, sedangkan di dalam ruang penjara tidak ada CCTV. Mungkin hal itu juga perlu dibenahi bahwa dalam ruang penjara juga sebenarnya butuh CCTV agar tidak adanya penyimpangan lain yang dilakukan oleh nara pidana.
            Kembali ke bargaining sisstem yang artinya adalah proses tawar menawar dalam hukum, yang mana dalam film ini dilakukan oleh Darby dan Rise. Dari hal tersebut ada yang ingin menanggapi, yaitu oleh Ajeng “itu pelaku ada Darby sebagai pelaku utama (dader) dan ada Ames sebagai pembantu (medepleger), kenapa si Ames tidak melakukan tawar menawar dengan Rise juga?”. Hal itu langsung ditanggapi oleh Rifqi dengan asumsi dia bahwa itu didukung oleh faktor psikis dari si Ames. Ames yang merasa hanya melakukan pencurian, berbeda dengan Darby yang secara sadar telah melakukan pembunuhan, pencurian dsb dia lebih memilik untuk menjadi Justice Collabolator dengan demikian maka dia dapat dikurangi hukumannya.
            Kembali untuk mengomentari film ini oleh saudara Titah, dalam segi bahasa emang terlalu tinggi dan susah untuk dimengerti, karena memang bahasa hukum sedikit berbeda dengan bahasa Inggris dan translatornya tidak pasti orang hukum dan hal itulah yang menyebabkan banyaknya kata yang tidak sesuai dengan keadannya. Dalam film ini juga rasanya terlalu cepat klimaks, tidak ada pengantarnya terlebih dahulu.
            Adapun komentar dari Zidni dan Al tentang film ini yang diantaranya, Clyde melakukan hal demikian karena tidak ingin ketidak adilan yang diterimanya akan diterima juga oleh orang lain. Dan muncul pertanyaan mengenai sistem peradilan tawar menawar itu, apakah ada indikasi bahwa dalam sistem tersebut juga harus ada orang yang dirugikan? Dan hal itu diamini oleh beberapa peserta diskusi yang lain, karena sebenarnya dalam tawar menawarpun pasti akan ada pihak yang lebih diuntungkan.
            Peserta lain bernama Edo pun tidak ingin ketinggalan komentar, dia menanyakan sebenarnya itu ada dampak positifnya atau tidak? Dan apakah sejauh ini hal itu telah efektif? Dalam film ini sebenarnya dampak positif tidak terlalu diperlihatkan, namun apabila kita lihat lebih dakam lagi dampak positif itu ada seperti dapat terungkapnya kasus apabila minimnya alat bukti yang dapat dijadikan dasar tuntutan kepada tersangka, namun jangan sampai lupa juga ada dampak negatif dari hal tersebut antara lain timbulnya rasa ketidak adilan bagi korban.
            Berbicara mengenai efektif, penegakan hukum juga jangan melupakan 3 hal yang diantaranya dilihat dari sisi Yuridis, Filosofis, dan Sosiologisnya. Dan Riqi mencontohkan ketika jalan macet namun di sebelah kanan sangat lengang namun itu merupakan jalan forbiden, dengan hanya melihat sisi kemanfaatan polisi mengalihkan pengendara ke sisi kanan yang lengang itu namun dari sisi hukum itu adalah hal yang salah. Maka kesimpulannya, ketiga hal itu haruslah bersifat komulatif, tidak hanya menonjol pada satu sisi saja.
            Tresna mengomentari bahwa penegak hukum yang baik itu adalah penegak hukum yang memang tahu hukumnya. Dan hal yang serupa juga diamini oleh Almira yang berpendapat bahwa, untuk mendapatkan sistem hukum yang sebaik-baiknya maka harus melihat dari semua sudut pandang, dan tidak boleh menutup telinga terhadap siapapun juga, termasuk korban yang ditemukan pingsan padahal dia melihat, mendengar dan mengalami sendiri ketika Darby mengoyak keluarganya.
            Sampailah di akhir diskusi dengan kesimpulan bahwa ketika ingin mengubah sebuah sistem, maka kamu harus masuk ke sistem tersebut dan menjadi virus, setelah itu kamu mempengaruhi setiap segmen yang terlibat di dalamnya, maka niscaya sistem itu akan berubah seperti kehendakmu. Pesan dari pembicara, diskusi merupakan hal yang sangat baik. Hal ini tidak akan didapatkan sewaktu perkuliahan yang waktunya memang sangat minim. Penutup dari moderator “KEADILAN HARUS DITEGAKKAN WALAUPUN LANGIT RUNTUH”. SALAM ILMIAH!!!

Rabu, 02 September 2015

KIYE LKHS 2015




29 Agustus 2015 LKHS telah berhasil melaksanakan salah satu proker dari divisi Pengkaderan, yakni KIYE LKHS yang bertujuan untuk memperkenalkan UKM LKHS kepada mahasiswa baru Fakultas Hukum Unsoed dan sebagai sarana untuk memperoleh informasi tentang mahasiswa baru dalam rangka mengajak mahasiswa baru untuk bergabung dengan  LKHS. Kegiatan tersebut dilaksanakan saat OSMB Fakultas Hukum Unsoed 2015 berlangsung dalam bentuk demo oral dan demo fisik.


Minggu, 24 Februari 2013

Sosialisasi Cerdas Pilkada (Si Cepil) di Desa Sumbang

Halo kawan-kawan, udah agak lama nih nggak posting tentang kabar LKHS. Terakhir kemarin tanggal 13 Januari LKHS mengadakan acara Sosialisasi Cerdas Pilkada alias Si Cepil. Lokasinya di Desa Sumbang, Kecamatan Sumbang, Kabupaten Banyumas. Acara ini dihadiri puluhan warga desa. Adapun yang menjadi tujuan acara ini ialah untuk memberi pemahaman bersama warga desa akan pentingnya Pemilu yang bersih dalam rangka mewujudkan demokrasi yang berkualitas. Isu yang dibicarakan ialah seputar sejarah pemilu, arti penting pemilu, demokrasi, bahaya laten money politic, dan pentingnya partisipasi masyarakat dalam penyelenggaraan pemerintahan daerah. Berikut beberapa gambar yang terdokumentasi (sorry nih telat postingnya, hehe)  :

















Kamis, 29 November 2012

MAHASISWA FH UNSOED SEMAKIN DIPERHITUNGKAN DIKANCAH LOMBA DEBAT NASIONAL


Tim Fakultas Hukum Unsoed baru saja meraih prestasi di kancah nasional dalam Lomba Debat Hukum Nasional “Sciencesational 2012” yang diselenggarakan oleh Lembaga Kajian Keilmuan Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Fakultas Hukum Unsoed memperoleh Peringkat III dan 1st Best Speaker pada kesempatan kali ini. Perlombaan ini berlangsung sejak 16 sampai 19 November 2012 di Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Depok.
      Enam mahasiswa dikirimkan dalam perlombaan tersebut. Tiga diantaranya bertindak sebagai speaker, yakni Markham Faried (2011), Panji Mulkillah Ahmad (2010), dan Firman Nugraha (2009). Dan tiga lainnya bertindak sebagai tim riset, yakni Chintia Purwanita (2011), Dwi Utami (2010), dan Surya Prabaswara (2010). Tim ini didampingi oleh Tedi Sudrajat, S.H.,M.H. selaku dosen pembina. Tim yang notebene merupakan anggota UKM Lembaga Kajian Hukum dan Sosial (LKHS) FH Unsoed ini menghabiskan waktu kurang lebih selama dua bulan untuk mempersiapkan materi. “Sekalipun tidak meraih juara satu dan tidak membawa pulang trofi, semoga ini awal yang baik bagi FH Unsoed untuk lebih berkiprah lagi di kancah nasional”, ujar Panji selaku salah satu speaker tim FH Unsoed yang mencoba memotivasi mahasiswa yang lain. (Naufal Fikri Mujaddid,Hans)

Sumber: http://fh.unsoed.ac.id/en/berita/MAHAISWA-FH-UNSOED-SEMAKIN-DIPERHITUNGKAN-DIKANCAH-LOMBA-DEBAT-NASIONAL

Rabu, 17 Oktober 2012

Tan Malaka (Training Anggota dan Malam Keakraban) LKHS 2012


Tan Malaka (Training Anggota dan Malam Keakraban) LKHS




“Semangat Berorganisasi Tingkatkan Kualitas Diri Menjadi Kritis dan Solutif Bersama LKHS”, begitulah bunyi dari judul kegiatan Tan Malaka (Training Anggota dan Malam Keakraban) yang baru saja diselenggarakan Lembaga Kajian Hukum dan Sosial (LKHS ). Sebanyak 54 mahasiswa menjadi peserta Tan Malaka LKHS. Kegiatan dimulai hari Sabtu tanggal 6 Oktober 2012 dari pukul 8:00 di Yustisia 1, sampai dengan hari minggu 7 Oktober 2012 pukul 12:00 di Villa New Aprilla Baturraden.
Tan Malaka sendiri merupakan salah satu jalur Rekruitmen di LKHS bagi mahasiswa FH Unsoed yang memiliki minat pada bidang hukum dan sosial dan hendak bergabung ke LKHS. Dalam kegiatan ini, ditanamkanlah pemahaman-pemahaman tentang keorganisasian, tentang LKHS, tentang isu hukum dan sosial, dan yang terpenting semangat berorganisasi dan kekeluargaan. Selain pematerian, kegiatan diisi juga dengan permainan kolektif, tracking, berbagi kisah, dan yang lainnya.
Kegiatan Tan Malaka sendiri memakan proses selama 1 bulan, yang diketuapanitai oleh Wemby Adhiatma Nugroho, mahasiswa angkatan 2011, sekaligus Staf Divisi Pengkaderan LKHS. Jika dibanding tahun lalu, animo mahasiswa untuk bergabung ke LKHS meningkat pesat sekitar 3 kali lipat. Dengan perkembangan dan suksesnya Tan Malaka ini, Ketua Umum LKHS, Luthfi Kalbuadi dan Ketua Panitia Tan Malaka, Wemby Adhiatma Nugroho tak kuasa menahan apresiasinya seraya berseru, “LKHS uber alles !”. (Panji Mulkillah Ahmad)


Minggu, 02 September 2012

Dari 2010 Sampai 2012

Dari 2010 sampai 2012 banyak kisah yang telah dilalui oleh kami. Sepertinya jika hanya terurai dengan kata-kata, akan tidak cukup sampai mata penulis bengkak untuk menceriterakan yang telah terjadi selama 2010-2012. Semoga gambar yang penulis paparkan, bisa menceriterakan segalanya :)


 Training Anggota 2010 - Pemaparan materi organisasi

Training Anggota 2010 - Sebuah malam keakraban


Training Anggota 2010 - Di pucuk sebuah acara

LIRIK (Lihat dan Rasakan Lebih Dekat) - Di Tempat Pembuangan Akhir Gunung Tugel

Sebuah diskusi santai
Sosialisasi Anti Korupsi di SMAN 1 Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat

Bersama siswa-siswi dalam Sosialisasi Anti Korupsi di SMAN 1 Jatiwangi, Majalengka, Jawa Barat
Semoga kelak mereka menjadi pribadi yang bersih, anti terhadap Korupsi dan perilaku Koruptif :)

Lagi-lagi diskusi santai

Ketika kaum hawa berpose

Lomba Debat LKHS 2011 - Ketika thesis bertemu anti-thesis



Audiensi Bersama DPRD Kota Cirebon terkait isu pemekaran daerah

Bersama DPRD Kota Cirebon


Bersama Gedung DPRD Kota Cirebon


Training Anggota 2011

Bendera LKHS yang sedang memeluk pohon

Yustisia Fair 2012 : Diskusi Publik, dengan tema Dilematika Penegak Hukum Pidana Dalam Mewujudkan Tujuan Hukum. Dengan berbagai narasumber, dari Kapolres Banyumas, Jaksa, Hakim, Advokat, dan Dosen

Bagaimana antusias peserta dalam Diskusi Publik

Partisipasi aktif peserta, diwujudkan melalui pernyataan dan pertanyaannya

Dan akhirnya, sebuah kekompakkan keluarga

Kompetisi Essay, diikuti mahasiswa dari berbagai fakultas se-Unsoed

Yustisia Fair, sebuah pekan kegiatan berisi 3 agenda : Diskusi Publik, Kompetisi Essay, dan Seminar Nasional

Seminar Nasional dengan tema Politik Hukum Pengelolaan Sumber Daya Alam Indonesia di Era Globalisasi. Dengan pembicara Raudin Anwar (Sekjen HPI Menlu), Adisatyra Suryosulisto (DPR-RI), dan Fajrul Falaakh (Pakar HTN)

Penanya

Dan akhirnya masuk surat kabar di Suara Merdeka

Diskusi tentang dasar-dasar penelitian bersama Bapak Warsito SH, LLM. Dosen Magister Fakultas Hukum UNSRI Palembang di Sekretariat LKHS.



Seiring berputarnya bumi, bergantinya hari, akan bertambah lagi kisah-kisah di LKHS. Semoga tahun ini, dan tahun-tahun ke depan, LKHS tetap konsisten dalam menuai prestasi, menyelenggarakan kegiatan yang ilmiah, kritis, solutif, inovatif, menyenangkan, dan spektakuler :)